SNSD selalu menggebrak dunia KPOP dgn lagu2nya hits...ga cuma lagu2nya yg hits, enak di dengar dan mudah dinyanyiklan...tp juga dance mrk yg selalu pas sm konsep lagunya..dan easy utk dipelajari .. so that's I'm become SONE (read: sowon) fans club utk SNSD


1. Run Devil Run
By Lisette Bustamante


2. Genie
Dibuat sm Rino Nakasone, choreographer asal Jepang, yg sdh byk bgt mmbt koreo utk artis2 SM sprt SNSD, F(x), Shinee

Minggu ini,,minggu terberat yg sedang gw hadapi..berbagai cobaan dtg silih berganti...di tambah dgn simulasi Tugas Akhir gw yg blm ada kemajuan...Gw berusaha tabah dan tawakal..mgkn ini adalah cobaan terberat yg sdg gw hadapi,,setelah diberi kemudahan dan kesenangan di awal2..skrg tiba2 diberi ujian..mgkn ini ada teguran Allah krn gw suka lupa sama Dia...Dia pingin gw deket lg sm Dia..Dia pgn gw terus berusaha dan berdoa...

Tadi gw sempet nonton acara disalah satu televisi swasta..acaranya menampilkan salah satu penderita Tuna Netra yg sama skali tidak malu dan putus asa atas kekurangannya. Bahkan dia mempunyai bakat dan talenta yg di bisa diacungkan jempol,,berbagai prestasi dia raih. Bahkan dia mampu mengoperasikan laptop konvensional yg biasa dipakai orang umum, amazingnya lagi hobi dia adalah nonton film. Dia bahkan bisa mengimajinasikan apa yg ada difilm itu, dan bisa dibilang gara-gara hal itu, dan krn itu..bahasa inggrisnya jago bgt!! Udah byk karya2 yg dia buat,,bikin musik utk game, menjadi penulis, motivator, bahkan rencananya dia mau bwt novel. Satu kata pas gw nonton G.I.L.A! Tuna netra seperti dia bisa menghasilkan begitu byk karya.Sedangkan gw yg sudah diberi karunia Allah dgn anggota badan yg lengkap,,blm menghasilkan apa-apa. Dan cuma bisa ngeluh, nangis, ngedumel,dan berharap bantuan org lain.

Ya Allah..pantas kau beri hamba ujian ini..Nikmat syukur yg sering kali aku tak pedulikan.sering kali ku acuhkan..bener2 gw ga tau malu..segitu aja nyerah!!! Gw yakin disitu ada usaha,disitu ada jalan.,mgkn usaha gw blm maksimal..maka blm dibukakan jalan..Gw yakin dibalik kesusahan,dan byk hambatan yg hrs gw lalui.pasti ada hadiah indah yg Allah siapkan bwt gw..

Keep figthting elsa.. :))

1. Konfigurasi jaringan yang menggambarkan implementasi arsitektur Softswitch, yang mengakomodasi jaringan PSTN eksisting baik koneksi melalui sentral maupun langsung ke telepon analog atau dengan xDSL, sebutkan fungsi tiap elemen jaringan dan cantumkan pada nama protokol yang digunakan antara dua elemen.

Ada dua jenis class softswitch yakni adalah softswitch kelas 4 dan kelas 5


· Signaling Gateway (SG) merupakan suatu signaling agent yang menerima dan mengirim pensinyalan pada jaringan IP.

Karakteristik Signaling Gateway Function (SG-F) [1]:

a. Mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan PSTN (contoh : SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F atau SG-F lainnya.

b. Untuk jaringan mobile, mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan PSTN / PLMN (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN ke MGC-F atau SG-F lainnya.

c. Satu SG-F dapat melayani bermacam-macam MGC-F.

d. Dapat digunakan pada protokol yang meliputi: SIGTRAN, SUA, dan M3UA over SCTP.


· Trunking Gateway (TG) : adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch


kelas yaitu merutekan trafik dari jaringan PSTN / PLMN (jaringan mobile).

· Softswitch merupakan perangkat yang memanfaatkan software untuk membuat koneksi antara peralatan, menangani suara, data dan melewatkan panggilan melalui jenis jaringan yang berbeda


· Access Gateway (AG) : adalah media gateway yang menjalankan fungsi media bagi softswitch kelas 5 untuk menghubungkan softswitch dengan terminal pelanggan (CPE). Access Gateway berfungsi mengkonversi format trafik paket IP ke / dari format sesuai jenis terminal pelanggan dan sebaliknya.


Karakteristik Access Gateway Signaling Function (AGS-F) [1]:

· Mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan V5 atau ISDN menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F.

· Untuk jaringan mobile, mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan BSSAP atau RANAP menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F.

· Satu MGC-F dapat melayani banyak AGS-F.

· Dapat digunakan pada protokol yang meliputi: SIGTRAN, M3UA, IUA dan V5UA over SCTP.

2. Gambarkan Arsitektur XXX, jelaskan mengenai fungsi-fungsi didalamnya

a. NGN

1.1 Transport stratum functions

The transport stratum functions include :

transport functions and

transport control functions

1.1.1 Transport functions

Provide the connectivity for all components and physically separated functions within the NGN.

Provide support for the transfer of media information,

as well as the transfer of control and management information.

Transport functions include :

access network functions,

edge functions,

core transport functions, and gateway functions


1.1.1.1 Access network functions

The access network functions :

Take care of end-users’access to the network as well as collecting and aggregating the traffic coming from these accesses towards the core network.

Also perform QoS control mechanisms dealing directly with user traffic, including :

buffer management,

queuing and scheduling,

packet filtering,

traffic classification,

marking,

policing, and

shaping.


1.1.1.2 Edge functions

The edge functions :

Merge media and traffic processing coming from different access networks into the core transport network;

Support for QoS and traffic control.

The edge functions are also used between core transport networks.


1.1.1.3 Core transport functions

· The Core transport functions are responsible for ensuring information transport throughout the core network.

Provide the means to differentiate the quality of transport in the core network.

Provide QoS mechanisms dealing directly with user traffic, including :

buffer management,

queuing and scheduling,

packet filtering

traffic classification,

marking,


1.1.1.4 Gateway functions

Provide capabilities to interwork with end-user functions and other networks, including other types of NGN and many existing networks, such as the PSTN/ISDN, the public Internet, and so forth.

Gateway functions can be controlled either directly from the Service Control functions ) or through the Transport control functions


1.1.1.5 Media handling functions

Provides media resource processing for service provision, such as generation of tone signals and trans-coding.

These functions are specific to media resource handling in the transport stratum.


1.1.2 Transport control functions

The Transport control functions include :

Resource and Admission Control Functions and

Network Attachment Control Functions.


1.1.2.1 Resource and Admission Control Functions (RACF), provide :

QoS control (including resource reservation, admission control and gate control), NAPT and/or FW traversal control Functions over access and core transport networks.

Admission control involves checking authorisation based on user profiles, SLAs, operator specific policy rules, service priority, and resource availability within access and core transport.


1.1.2.2 Network Attachment Control Functions (NACF)

Provide registration at the access level and initialization of end-user functions for accessing NGN services.

These functions provide network-level identification/ authentication, manage the IP address space of the access network, and authenticate access sessions.

They also announce the contact point of NGN Service/Application support functions to the end user.


1.1.3 Transport user profile functions

These functions take the form of a functional database representing the combination of a user’s information and other control data into a single "user profile“ function in the transport stratum.

This functional database may be specified and implemented as a set of cooperating databases with functionalities residing in any part of the NGN.

1.2 Service Stratum functions

This abstract representation of the functional grouping in the service stratum includes the Service control functions and the Application/ Service support functions, as well as service user profiles.


1.2.1 Service control functions

The Service control functions include both session and non-session control, registration, and authentication and authorization functions at the service level.


1.2.2 Application/Service support functions

The Application/Service support functions include functions such as the gateway, registration, authentication and authorization functions at the application level. These functions are available to the “Third-Party Applications” and “End-User” functional groups.


1.2.3 Service user profile functions

The service user profile functions represent the combination of user information and other control data into a single user profile function in the service stratum, in the form of a functional database.


1..3 End-user functions

No assumptions are made about the diverse end-user interfaces and end-user networks that may be connected to the NGN access network. Different categories of end-user equipment are supported in the NGN, from single-line legacy telephones to complex corporate networks. End-user equipment may be either mobile or fixed.

1.4 Management functions

Support for management is fundamental to the operation of the NGN. These functions provide the ability to manage the NGN in order to provide NGN services with the expected quality, security, and reliability


b. Fungsional plane

Functional plane menggambarkan secara garis besar perbedaan diantara functional entitas dalam sebuah Voice over IP (VoIP) network. Ada 4 functional plane yang menggambarkan fungsi sebuah end to end VoIP network, yaitu: transport, call control dan signaling, service dan application, dan management.



2.6.1 Transport Plane

Transport plane bertanggung jawab dalam pengangkutan pesan yang berada diseberang VoIP network. Pesan ini ditujukan untuk call signaling, call dan media setup.Yang mendasari mekanisme transport untuk pesan ini adalah beberapa teknologi yang memenuhi syarat untuk tipe trafik.

Transport plane dibagi menjadi 3 domain,yaitu: IP Transport domain, Interworking Domain dan Non-IP Access Domain.

2.6.1.1 IP Transport Domain

IP Transport Domain menyediakan transport backbone dan routing / switching fabric sebagai transport paket diseberang VoIP network. Perangkat seperti routers dan switches termasuk dalam domain ini. Mekanisme quality of service (QoS) dan kebijaksanaan sebagai transport termasuk juga dalam domain ini.

2.6.1.2 Interworking Domain

Perangkat dalam Interworking Domain memiliki tanggung jawab utama untuk transformasi signaling atau media yang diterima dari jaringan luar menjadi bentuk yang dapat dikirim diantara berbagai macam entitas dalam VoIP network dan sebaliknya.

2.6.1.3 Non – IP Access Domain

Non – IP access domain utamanya tidak untuk non – IP terminal dan wireless radio network yang mengakses VoIP network. Domain ini terdiri dari access gateways atau residential gateways untuk non IP terminal atau telepon, ISDN terminals, Integrated Access Devices (IADs) untuk DSL network, Cable Modem / Multimedia Terminal Adaptors (MTAs) untuk HFC network.

2.6.2 Call Control dan Signaling Plane

Call control dan Signaling plane merupakan elemen utama dari VoIP network, terutama dalam transport plane. Perangkat dan fungsi dalam plane ini membawa call control berdasarkan signaling message yang diterima dari transport plane, dan menangani pembentukan dan pemutusan hubungan media yang terletak diseberang VoIP network, dengan mengontrol komponen didalam transport plane. Call control dan signaling plane terdiri dari perangkat, seperti: Media gateways controller (contoh: call agents atau call controller), gatekeepers dan LDAP servers.

2.6.3 Service dan Application Plane

Service dan application plane menyediakan control, logic dan eksekusi satu atau beberapa service atau aplikasi dalam sebuah VoIP network. Perangkat dalam plane ini mengontrol aliran panggilan yang berdasarkan service execution logic. Ini dapat dicapai dengan hubungan dengan perangkat dalam call control dan signaling plane, service, dan application plane yang terdiri dari perangkat, seperti: application server dan features servers. Service dan application plane mengkhususkan pengontrolan komponen pembawa, seperti: media server yang menjalankan fungsi, seperti: conferencing, IVR, tone processing.

2.6.4 Management Plane

Management plane memiliki fungsi, seperti: langganan dan pelayanan tetap, operational support, biling dan jaringan management lainnya yang dapat ditangani. Management plane dapat dipengaruhi dengan beberapa atau seluruh tiga plane lainnya yang menjadi standard industri (contoh: SNMP) atau proprietary protocols dan APIs.

c. Fungsional entity

Functional entitas merupakan kesatuan logic dari sebuah VoIP network. Pada bagian ini menggambarkan fungsi utama komponen ISC reference arsitektur dan tidak menggambarkan physical product. Berbagai macam fungsi secara fisik terletak diatas perangkat yang berdiri sendiri atau dalam berbagai macam kombinasi pada multi function platform

Gateway Controller Function (MGC-F)

MGC-F berfungsi menyediakan call state machine untuk endpoints. Tugas dasarnya adalah menyediakan call logic dan call control signaling untuk satu atau lebih media gateways.

Karakteristik MGC-F:

  • Mempertahankan call state untuk setiap panggilan pada media gateway.
  • Dapat mempertahankan state pembawa untuk interface pembawa pada MG-F
  • Saling berkomunikasi diantara dua MG-Fs, menjadi lebih baik dengan IP phone atau terminals.
  • Originates / terminates signaling message dari endpoints, MGC-Fs lainnya dan jaringan luar.
  • Dapat dipengaruhi dengan AS-F untuk tujuan penyediaan layanan atau features untuk user.
  • Dapat melaksanakan beberapa sumber jaringan (missal: MG-F ports, bandwidth, dll)
  • Dapat menyediakan policy function untuk endpoints.
  • Interface untuk R-F / A-F untuk call routing, authentication dan accounting.
  • Dapat berpartisipasi dalam management task dalam sebuah mobile environment (mobility management adalah bagian utama pada CA-F).

2.7.1.1 Call Agent Function (CA-F)

CA-F merupakan bagian dari MGC-F. Call agent function ada ketika MGC-F menangani call control dan call state maintenance. Contoh CA-F protocol dan APIs terdiri dari:

  • SIP, SIP-T, BICC, H.323, Q.931, Q.SIG, INAP, ISUP, TCAP, BSSAP, RANAP, MAP dan CAP (mobile).
  • Open APIs (JAIN, Parlay, dll)

Call agent adalah fungsi utama dari MGC yaitu membangun dan memutuskan panggilan dan untuk menjaga keadaan panggilan tersebut. Call Agent berinteraksi dengan signaling protocol yang berada pada SG dan MG untuk mengkoordinasi pembangunan dan pemutusan panggilan. Call Agent merupakan layer terendah dalam softswitch. Fungsi dari call agent itu sendiri meliputi ruting panggilan

2.7.2 Call Routing dan Accounting Function (R-F / A-F)

R-F menyediakan call routing information untuk MGC-F pada saat A-F collects memanggil informasi accounting untuk billing. A-F juga memiliki tugas secara umum dalam mewujudkan fungsi common AAA authentication, authorization, dan accounting dalam remote access networks. Tugas utama kedua fungsi tersebut adalah menanggapi permintaan dari satu atau beberapa MGC-Fs secara langsung memanggil accounting untuk terminating endpoints (MGC-Fs lainnya) atau service (AS-Fs).

Karakteristik R-F / A-F:

· Menyediakan fungsi routing untuk intra dan inter-network call routing (R-F)

· Menghasilkan secara terperinci bagian yg lain untuk billing dan planning purpose (A-F)

· Menyediakan session management dan mobility management.

· Mempelajari informasi routing dan external sources.

· Dapat bergabung dengan AS-F dengan tujuan menyediakan layanan features untuk user.

· Dapat beroperasi secara jelas dengan entitas lainnya dalam signaling path.

· Beberapa R-Fs dan A-Fs dapat menjadi satu kesatuan secara bersama dalam sebuah sekuensial atau hierarchial manner.

· R-F / A-F sering digabungkan dengan MGC-F, walaupun sebagai tempat dengan AS-F yang berintegrated R-F / A-F / MGC-F dapat juga melayani permintaan external R-F / A-F.

· A-F mengumpulkan dan mengeluarkan per-panggilan accounting information. AS-F mengeluarkan informasi accounting dan menambah pelayanan, seperti: conference dan premium information service.


2.7.3 Signaling Gateway Function (SG-F) dan Access Gateway Signaling Function

(AGS-F)

SG-F menyediakan sebuah gateway untuk signaling antara VoIP network dan PSTN, baik itu SS7 / TDM maupun BICC / ATM based. Untuk wireless mobile network, SGF juga menyediakan sebuah gateway untuk signaling antara IP based mobile core network dengan PLMN yang berdasarkan SS7 / TDM atau BICC / ATM. Fungsi dasar SG-F adalah untuk encapsulate dan transport PSTN (ISUP atau INAP) atau PLMN (MAP atau CAP) signaling protocols over IP.

Karakteristik SG-F:

· Encapsulate dan transport PSTN signaling protocol (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F atau SG-F lainnya.

· Untuk mobile networks, encapsulate dan transport PSTN / PLMN signaling protocol (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F atau SG-F lainnya.

· Interface dari SG-F untuk entitas lainnya merupakan sebuah protocol interface ketika SG-F dan MGC-F atau SGF lainnya tidak ditempatkan (contoh: SIGTRAN).

· Satu SG-F dapat melayani bermacam-macam MGC-Fs.

· Menggunakan protocol yang meliputi: SIGTRAN, TUA, SUA, dan M3UA over SCTP.

AGS-F menyediakan sebuah gateway untuk signaling antara VoIP network dengan circuit switched access network, baik itu V5 atau ISDN based. Untuk wireless mobile network, AGS-F juga menyediakan sebuah gateway untuk signaling antara IP based mobile core network dan PLMN yang berdasarkan pada TDM maupun ATM. Fungsi dasar AGS-F adalah untuk encapsulate dan transport V5 atau ISDN (wireline) atau BSSAP atau RANAP (wireless) signaling protocol over IP.

Karakteristik AGS-F:

· Encapsulate dan transport V5 atau ISDN signaling protocol (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F.

· Untuk mobile networks, encapsulate dan transport BSSAP atau RANAP signaling protocol (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F.

· Interface dari AGS-F menuju entitas lainnya merupakan sebuah protocol interface ketika AGF-F dan MGC-F atau AGF-F lainnya tidak ditempatkan (contoh: SIGTRAN).

· Satu MGC-F dapat melayani banyak AGS-Fs

· Menggunakan protocol yang meliputi: SIGTRAN, M3UA, IUA dan V5UA over SCTP.

2.7.4 Application Server Function (AS-F)

AS-F merupakan aplikasi dari execution entitas. Fungsi dasarnya aadalah menyediakan layanan logic dan melaksanakan satu atau beberapa aplikasi dan / atau services.

Karakteristik AS-F:

  • Dapat mengirimkan MGC-F untuk mengakhiri panggilan / session untuk aplikasi tertentu (contoh: voice mail atau conference bridge).
  • Membolehkan MGC-F untuk memulai panggilan terhadap features tertentu.
  • Memodifikasi media descriptions dengan menggunakan SDP.
  • Mengontrol MS-F untuk menghandle media function.
  • Dapat menghubungkan Web application atau Web interface.
  • Memiliki API untuk service creation.
  • Memiliki policy, billing dan session log back-end interface.
  • Merupakan interface dengan MGC-Fs atau MS-Fs.
  • Membolehkan meminta terhadap AS-F lainnya untuk tambahan layanan atau untuk build complex, component-oriented application.

2.7.5 Service Control Function (SC-F)

Service Control Function (SC-F) ada ketika AS-F control melayani fungsi logic. ISC terpisah dari service control function (SC-F) Contoh SC-F protocol meliputi: INAP, CAP dan MAP; open APIs termasuk JAIN dan Parlay.

2.7.6 Media Gateway Function (MG-F)

MG-F merupakan interface IP network dengan sebuah akses endpoints atau network trunk, atau sebuah kumpulan endpoint dan / atau trunks. MG-F melayani sebuah gateway antara paket dengan jaringan luar, seperti: PSTN, mobile network, dll. Sebagai contoh MG-F seharusnya menyediakan gateway antara IP dengan circuit network (contoh: IP untuk PSTN) atau antara 2 paket network (contoh: IP untuk 3G atau ATMKarakteristik MG-F:

  • Selalu memiliki sebuah master / slave yang terhubung dengan MGC-F yang dapat menyelesaikan sebuah control protocol, seperti: MGCP atau MEGACO.
  • Dapat melakukan media processing function seperti: media transcoding, media packetization, echo cancellation, jitter buffer management, packet loss compensation, dll.
  • Dapat melakukan media insertion function seperti: call progress tone generation, DTMF generation, comfort noise generation, dll.
  • Dapat melakukan proses signaling dan media event detection function seperti: DTMF detection, on / off detection, voice activity detection,dll.
  • Melakukan media processing resource untuk menyediakan fungsionality mentioned yang berlebih.
  • Memiliki kemampuan untuk melakukan digit analysis berdasarkan sebuah map download dari MGC-F.
  • Menyediakan mekanisme pada MGC-F untuk memeriksa state dan capabilitas endpoints.
  • Tidak mewajibkan memeriksa call state pada panggilan yang siap dilalui MG-F; MG-F hanya mempertahankan hubungan state pada panggilan yang mendukungnya.

2.7.7 Media Server Function (MS-F)

MS-F menyediakan media manipulasi dan melakukan packetized pada alur media untuk kepentingan beberapa aplikasi. Fungsi dasarnya adalah untuk mengoperasikan sebuah server yang menghandle permintaan dari AS-F atau MGC-F untuk melakukan media processing pada packetized media streams.

Karakteristik MS-F:

  • Mendukung untuk multiple codes dan transcoding.
  • Mendukung untuk mengontrol multiple AS-Fs atau MGC-Fs.
  • Mendukung untuk multiple concurrent capabilities:

v Mendeteksi digit

v Aliran tones dan server yang memberitahu (beberapa multimedia file)

v Algoritmic tone generation

v Recording of multimedia stream

v Speech recognition

v Speech generation from text

v Mixing (conference bridge)

v Fax processing

v Voice activity detection dan loudness reporting

v Scripted combinations of the above

3. mekanisme flow chart untuk class 4 dan class 5 untuk PSTN over IP

· class 4


· class 5




4. Sebutkan protocol stack untuk ss7, megaco dan sigtran

· Untuk SS7

· Sigtran

Protokol Stack Sigtran terdiri atas 3 komponen:

· Sebuah standard IP layer

· Sebuah signalling protokol transport, Stream Control Transmission Protocol (SCTP) : SCTP menyediakan hubungan connection oriented yang terpercaya untuk melakukan transfer pesan pengguna antara pengguna SCTP (protokol layar adaptasi) Note: Layer SCTP menggantikan sebuah layer TCP/UDP

· Sebuah Layer Adaptasi : Protokol-protokol terdefinisi adalah M2PA, M2UA, M3UA, dan SUA

· Megaco

5. Apakah Sccp, tcap, inap, tup, dup, map, isup, sctp, sua, dan m3ua?

Signaling Connection Control Part (SCCP) lapisan menyediakan stack SS7 menyediakan connectionless dan connection-oriented layanan jaringan dan global terjemahan judul (GTT) di atas kemampuan MTP Level 3.

Transaction Capability Application Part (TCAP) mendefinisikan pesan dan protokol yang digunakan untuk berkomunikasi antara aplikasi (digunakan sebagai subsistem) di node. Hal ini digunakan untuk layanan database seperti kartu panggil, 800, dan AIN serta beralih-ke-switch layanan termasuk mengulang panggilan dan menelepon kembali.

Intelligent Network Application Part (Inap) adalah protokol signaling yang digunakan dalam Jaringan Intelligent. Dikembangkan oleh International Telecommunications Union (ITU), yang diakui sebagai standar global. Inap adalah protokol pensinyalan antara titik perpindahan layanan (SSP), jaringan sumber daya media (intelligent peripheral), dan jaringan yang terpusat database layanan disebut titik kontrol (SCP).

TUP (Telephone User Part)

DUP (Dialling User Part)

MAP (Mobile Application Part) salah satu SS7 protokol dalam suite, memungkinkan untuk pelaksanaan jaringan selular (GSM) pensinyalan infrastruktur

ISUP (ISDN User Part) mendefinisikan pesan dan protokol yang digunakan dalam pembentukan dan meruntuhkan suara dan data panggilan melalui jaringan telepon diaktifkan publik (PSTN), dan untuk mengelola jaringan bagasi di mana mereka bergantung.

Stream Control Transmission Protocol (SCTP) menyediakan hubungan connection oriented yang terpercaya untuk melakukan transfer pesan pengguna antara pengguna SCTP (protokol layar adaptasi) Note: Layer SCTP menggantikan sebuah layer TCP/UDP

SUA (SCCP-User Adaptation Layer) mendefinisikan sebuah protokol untuk transportasi SS7 setiap user SCCP-pesan pensinyalan seperti TCAP, MAP RANAP atau melalui IP menggunakan layanan SCTP.

M3UA (Pengguna Adaptasi MTP Layer 3) mendukung transportasi dari setiap MTP3-User SS7 signaling (misalnya, SCCP ISUP dan pesan) ke sebuah IP Signaling Point (IPSP) menggunakanjasaSCTP.




6. Gambarkan komponen-komponen yang terdapat dalam protocol voip SIP dan H.323

a. VoIP SIP

a. H.323

o Terminal

Terminal dalam sebuah jaringan H.323 adalah unsur yang paling mendasar dalam sistem H.323, karena mereka adalah perangkat yang biasanya pengguna pertemuan. Mereka mungkin ada dalam bentuk IP sederhana telepon atau high-definition yang kuat sistem videoconference.

o Multipoint Control Unit

Sebuah Multipoint Control Unit (MCU) bertanggung jawab untuk mengelola konferensimultipoint dan terdiri dari dua entitas logis disebut sebagai Multipoint Controller (MC) dan Multipoint Processor (MP).

o Gateways

Gateways adalah perangkat yang memungkinkan komunikasi antara jaringan H.323 dan jaringan lain, seperti PSTN atau ISDN jaringanJika salah satu pihak dalam percakapan memanfaatkan terminal yang bukan terminal H.323, maka panggilan harus melewati pintu gerbang untuk memungkinkan kedua belah pihak untuk berkomunikasi.

o Gatekeeper




Sebuah Gatekeeper adalah komponen opsional dalam jaringan H.323 yang menyediakan sejumlah layanan ke terminal, gateway, dan MCU perangkat. Layanan tersebut meliputi titik akhir pendaftaran, alamat resolusi, masuk kontrol, otentikasi pengguna, dan sebagainya. Dari berbagai fungsi yang dilakukan oleh penjaga gerbang, resolusi alamat adalah yang paling penting karena memungkinkan dua endpoint untuk menghubungi satu sama lain tanpa salah satu titik akhir harus tahu alamat IP titik akhir yang lain.

7. Jelaskan cara kerja signaling gateway antara ss7 dengan sigtran


Protokol SS7 dipakai saat signalling antara PSTN akan berhubungan dengan SG (Signalling Gateway) Karakteristik Signaling Gateway Function (SG-F) [1]:

a. Mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan PSTN (contoh : SS7) menggunakan SIGTRAN untuk MGC-F atau SG-F lainnya.

b. Untuk jaringan mobile, mengenkapsulasi dan transport protokol pensinyalan PSTN / PLMN (contoh: SS7) menggunakan SIGTRAN ke MGC-F atau SG-F lainnya.

c. Satu SG-F dapat melayani bermacam-macam MGC-F.

d. Dapat digunakan pada protokol yang meliputi: SIGTRAN, SUA, dan M3UA over SCTP.

Protokol Sigtran digunakan saat Signalling Gateway akan berhubungan dengan trunk Gateway


8. Hal apa saja yang direncanakan infrastruktur NGN di indonesia